by

Perdalam Kajian Ilmu Falak, Fakultas Syariah IAIN Samarinda Lakukan Praktikum Hingga Hadirkan Direktur Rukyatul Hilal Indonesia (RHI)

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Dosen Ilmu Falak Fakultas Syariah IAIN Samarinda, Hj. Vivit Fitriyanti, M.S.I., sukses gagas penyelenggaraan Praktikum Observasi Gerhana Bulan Total serta Pelatihan dan Praktikum Pengukuran Arah Kiblat bersama Lembaga Kajian Ilmu Falak (LKIF) yang diketuai oleh Ustadz Abdul Syakur, Lc., M.A. selama tiga hari pada tanggal 26 Mei sampai dengan 28 Mei 2021.

Sejumlah Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Samarinda didampingi oleh Hj. Vivit Fitriyanti, M.S.I. dan Ustadz Abdul Syakur, Lc., M.A. telah mengadakan Praktikum Observasi Gerhana Bulan Total bekerjasama dengan Madrasah Aliyah Negeri 2 Program Keagamaan (MAN 2 PK) di masjid Al – Ma’ruf Samarinda pada hari Rabu, (26/5/2021) malam.

Ustadz Abdul Syakur, Lc., M.A. yang juga merupakan Dosen di Fakultas Syariah IAIN Samarinda menyampaikan bahwa hasil observasi sudah sesuai dengan hasil hisab yang telah diedarkan.

“Berdasarkan hasil hisab, gerhana bulan dimulai pada pukul 16.47 WITA sebagai awal kontak penumbra. Diperkirakan maksimum gerhana pada pukul 19.18 WITA dan akhir gerhana terjadi pada pukul 21.49 WITA. Hal ini sesuai dengan hasil observasi pengamatan bahwa memang betul terjadinya gerhana sesuai dengan hisab yang telah di edarkan. “ imbuhnya.

Selain Praktikum Observasi Gerhana Bulan Total, Hj. Vivit Fitriyanti, M.S.I., juga menggagas dua kegiatan lain, yaitu Pelatihan dan Praktikum Pengukuran Arah Kiblat.

Masih didampingi oleh Ustadz Syakur, Pelatihan Pengukuran Arah Kiblat berhasil menghadirkan Direktur Rukyatul Hilal Indonesia (RHI), Bapak Drs. Mutoha Arkanuddin, sebagai narasumber melalui Zoom Meeting pada hari Kamis, (27/5/2021).

Drs. Mutoha menyampaikan bahwa menghadap kiblat adalah merupakan salah satu syarat syahnya sholat, sehingga kewajiban mengetahui metode menghadap kiblat ini menjadi fardhu ‘ain bagi setiap muslim.

“Arah Kiblat berbeda dengan permasalahan Hisab dan Rulyatul Hilal, dimana itu menjadi fardhu kifayah karena sudah ada otoritas yang bertanggung jawab menentukan kapan masuknya bulan Ramadhan maupun bulan Syawal, sedangkan arah kiblat ini menjadi fardhu ‘ain untuk diketahui.” tambahnya,

Pada kesempatan yang sama, Drs. Mutoha juga menyampaikan ada banyak metode yang dapat digunakan dalam upaya mengetahui arah kiblat ini, mulai dari yang sederhana dan murah sampai pada metode yang rumit dan memerlukan dana yang mahal. Diantara metode yang sederhana adalah dengan menggunakan metode Rosydul Qiblah A’dzom atau yang disebut juga Istiwa’ A’dzom/Global.

Dalam sesi penutup Drs. Mutoha menyampaikan harapannya yang besar kepada para peserta dan  khususnya mahasiswa dari fakultas Syari’ah agar betul-betul mempelajari ilmu falak dengan serius, sehingga kelak masyarakat akan merasakan manfaat dari Ilmu Falak ini.

Webinar ini kemudian dilanjutkan dengan Praktikum Pengukuran Arah Kiblat secara langsung menggunakan Metode Rosydul Qibah/Istiwa’ A’dzom di Halaman Masjid Sultan Aji Muhammad Idris (Masjid Kampus II IAIN Samarinda) bersama Bapak Muhammad Aini, S.H. sebagai narasumber pada hari Jum’at, (28/5/2021).

“Pada tanggal 28 Mei dan 16 Juli pukul 12.15 waktu Makkah atau 17.15 WITA terjadi peristiwa melintasnya matahari di atas Ka’bah, sehingga bagian bumi manapun yang mengalami siang hari pada waktu tersebut dapat melihat arah yang presisi ke arah kiblat, dan momen ini dapat digunakan untuk meluruskan atau mengecek arah kiblat yang selama ini di pakai.” ungkap Bapak Muhammad Aini.

Bapak Muhammad Aini dikenal sebagai praktisi Astronomi dan Ilmu Falak yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang uji akurasi arah kiblat di kota Samarinda. Praktikum ini diikuti oleh para Mahasiswa semester 4 dan semester 6 Fakultas Syariah IAIN Samarinda yang memang sebelumnya pernah mendapatkan materi Ilmu Falak. Meskipun kegiatan dilakukan secara offline, para peserta, pemateri, dan dosen yang hadir tidak lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Arah kiblat Masjid  kampus IAIN Samarinda sudah sesuai dengan jatuhnya bayangan tongkat yang diletakkan tegak lurus di halaman depan dan samping masjid, sehingga metode Rosydul Kiblah pada tanggal 28 Mei 2021 ini bisa dibuktikan kebenarannya.” ungkap Bapak Muhammad Aini. (Ns/Rh)

News Feed