by

Optimalkan Pembelajaran Secara Daring, HMPS Bahasa Arab Gelar Webinar Pendidikan

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Samarinda telah menyelenggarakan Webinar Pendidikan melalui zoom meeting dengan tema “Aktualisasi dan Optimalisasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Daring pada Pelajar Milenial”, Selasa (8/6/2021) kemarin.

Hadir sebagai narasumber yaitu Saidi HS, M.Pd.I. selaku Dosen Unit Pengembangan Bahasa (UPB) IAIN Samarinda dan Yoke Suryadarma, M.Pd.I. selaku Dosen Bahasa Arab UNIDA Gontor. Webinar ini turut dihadiri secara virtual oleh Dr. Muchammad Eka Mahmud, M.Ag. selaku Dekan FTIK IAIN Samarinda, Rostanti Toba, M.Pd. selaku Ketua Jurusan Bahasa FTIK IAIN Samarinda, dan Syarifaturrahmatullah, M.Pd. selaku Sekretaris Jurusan Bahasa FTIK IAIN Samarinda.

Webinar Pendidikan ini diselenggarakan karena dirasa perlu adanya pemahaman lebih terhadap proses belajar mengajar yang saat ini masih dilaksanakan secara daring untuk mengoptimalkan pembelajaran, khususnya bahasa Arab pada pelajar milenial.

Dalam sambutannya, Dekan FTIK IAIN Samarinda menyampaikan apresiasi serta penghormatan yang tinggi kepada seluruh panitia dan HMPS Bahasa Arab atas terselenggarakannya Webinar Pendidikan yang mana secara tidak langsung mengingatkan kita kepada jejak penelusuran sejarah tentang pendidikan pada tanggal 2 Mei.   

“Mengutip pada semboyan Ki Hajar Dewantara yaitu ing ngarso sung tulodo yang artinya seorang guru atau seorang pendidik sebagai pemimpin dan panutan di sekolah harus memberi suri tauladan yang terbaik/uswatun hasanah. Jadi tidak perlu malu jika sekarang ada salah dalam proses belajar, khususnya dalam pengembangan Bahasa ini. Justru kita harus bisa memotivasi diri untuk terus belajar agar bisa memberi suri tauladan ilmu dan perilaku yang baik bagi murid.” 

“Bahasa jika tidak menjadi kebiasaan untuk digunakan setiap hari maka akan hilang, seperti peribahasa “Language is not Culture, but Language is Custom”. Lalu, lanjutan dari semboyan Ki Hajar Dewantara tadi, Ing madyo mbangun karso dan Tut wuri handayani artinya ditengah-tengah kita harus memberikan ide-ide pembaharuan dan pengembangan, lalu terus belajar, berinovasi, dan terus mengembangkan diri khususnya dalam pengembang bahasa Arab” jelasnya.

Pada kesempatan berikutnya, Saidi HS, M.Pd.I. sebagai narasumber pertama membahas tentang fenomena pembelajaran secara daring.

“Dilihat dari fenomena dan permasalahan yang ada, pengoptimalan daring amat sangat dibutuhkan waktu ekstra untuk belajar mandiri karena waktu pembelajaran yang terbatas, materi yang disajikan ringkas, bahkan banyak bermasalah dengan kuota/jaringannya yang terbatas” imbuhnya.

“Namun, pembelajaran secara daring juga memiliki potensi antara lain dapat menghemat waktu, siswa dapat belajar mandiri, siswa bisa menguasai teknologi informasi, dan siswa dapat menyadari manfaat penggunaan gadget” tambahnya.

Tidak hanya membahas tentang tantangan dan potensi dari pembelajaran secara daring, Saidi HS, M.Pd.I. juga menerangkan tentang hal yang perlu dioptimalkan dalam belajar bahasa Arab.

“Dalam pembelajaran bahasa Arab, hal yang perlu di tingkatkan ialah keterampilan membaca, keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, dan keterampilan menulis. Tapi, perlu diperhatikan bahwa dari 4 keterampilan ini harus berdasarkan pada kaidah-kaidah, kosa kata, dan cara menerapkannya.” ungkapnya.

Pada Kesempatan berikutnya, Yoke Suryadarma, M.Pd.I memberikan materi dengan tema “Refleksi Menuju Optimalisasi”.

“Dalam pengoptimalisasi belajar, kenali peran kita, jika sebagai pelajar buatlah kita sadar tujuan kita belajar (Ruuhul Muta’allim), sugesti dirikita bahwa belajar secara daring sama disaat kita belajar secara offline, buatlah orientasi belajar sendiri yang menantang diri kita sendiri, dan terapkan FIM-A (Fokus-Istiqomah-Mendalam-Action)”.

“Sebuah pepatah mengatakan Ilmu tidak akan pernah memberikan sebagiannya untuk kalian sehingga kamu memberikan dirimu seutuhnya untuk Ilmu.”  tambahnya.

Semoga dengan diadakannya Webinar Pendidikan ini dapat memberikan dorongan motivasi kepada pelajar dalam mengembangkan pembelajaran bahasa Arab meski perkuliahan dilakukan secara daring. (Fz/Ns/Id)

News Feed