by

Hasma dan Tanah Pesakitan, Kreasi Seni Teater Iqra’ IAIN Samarinda

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Teater Iqra’ IAIN Samarinda bekerja sama dengan Sanggar Seni Perintis (Sasentis) Indonesia sukses mempersembahkan pementasan opera dengan judul “Hasma dan Tanah Pesakitan” yang dilaksanakan di Panggung Kaki Langit Taman Salma Shofa Samarinda pada hari Jum’at  (11/06/2021) dan Sabtu (12/06/2021).

Pementasan ini berhasil mengundang beberapa seniman-seniman Samarinda dengan jumlah penonton kurang lebih sekitar 50 orang. Meski pementasan dilakukan secara offline, namun seluruh pemain dan tim pementasan serta seluruh undangan dipastikan tetap mematuhi protokol kesehatan.


Para Pemeran Opera “Hasma dan Tanah Pesakitan”/Dok. Instagram @teateriqra_samarinda

Rahmad Azazi Rhomantoro (Ketua Sasentis Indonesia dan Pembina UKM Teater Iqra’ IAIN Samarinda) sebagai Sutradara dan penulis naskah “Hasma dan Tanah Pesakitan” menerangkan bahwa kisah ini bercerita tentang perjuangan Hasma dalam melalui hidup di tanah luka penuh sakit dan nestapa yang sejak kecil telah dirundung beribu sakit, kegelisahan dan kesepian.

“Hasma yang dititipkan sejak bayi kepada pamannya tumbuh menjadi seorang wanita yang kuat nan bijaksana, namun dibenci oleh saudara-saudara sepupunya. Sekembalinya Hasma ke tanah Malinau ternyata memantik konflik baru dengan membahas dan mempertanyakan keberadaan ibunya, yang mana sebenarnya hal tersebut telah mendapat larangan keras dari abahnya,” tutur Rahmad Azazi.

“Kisah Hasma dan Tanah Pesakitan ini diharapkan dapat membuka pandangan masyarakat tentang pentingnya memiliki sudut pandang yang luas,  memahami aspek-aspek kehidupan, menghilangkan sikap egoisme orang tua, dan semoga dapat mendewasakan pikiran sebagai dasar kehidupan,” tambahnya.

Ditemui usai pementasan, Dewi Purnamasari selaku Humas UKM Teater Iqra’ turut menambahkan motivasi dan pesan yang dapat diambil dari pementasan ini.

“Kita sebagai manusia harus bisa saling menghargai sifat, karakter, dan perilaku orang lain. Disamping itu, orang tua juga harus dapat memberikan kebebasan secara bijak  tanpa membatasi pilihan anak. Pesan yang perlu dipahami adalah setiap masalah yang dihadapi harus diselesaikan secara baik-baik selagi masih ada waktu dan masih ada usia untuk menyelesaikannya,” tuturnya.

“Saya sangat antusias dengan pementasan ini, karena pementasan opera Hasma dan Tanah Pesakitan ini sedikit berbeda dari pementasan-pementasan kami sebelumnya. Harapan kami semoga selanjutnya dapat terus memberikan pertunjukan-pertunjukan teater yang lebih baik lagi,” tutupnya.

(Ns/Rh)

News Feed