by

Workshop Pengembangan Kurikulum, LPM bersama FTIK IAIN Samarinda Perkuat Koordinasi Menuju Implementasi Kampus Merdeka

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Dukung Kurikulum Kampus Merdeka, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda laksanakan Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis Kampus Merdeka bersama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Dalam agenda itu, hadir Dekan FTIK Dr. Much. Eka Mahmud., M.Ag., Ketua LPM Dr. Nur Kholik Afandi, M.Pd., dan Sekretaris LPM Iswadi., M.S.I. serta tenaga pendidik dan kependidikan FTIK IAIN Samarinda di Ballroom Hotel Grand Sawit Lantai 3. Selasa (22/6/2021).

Pengembangan Kurikulum Merdeka ini adalah salah satu tindak lanjut dari beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh LPM dengan fakultas lainnya. Dr. Much. Eka dalam sambutannya mengaitkan mutu Pendidikan Agama Islam terhadap FTIK IAIN Samarinda.

Foto : HumasIAINSMD/Im

“Bahwa UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda ini melalui Fakultas Tarbiyah dipercayakan oleh Kemenag sebagai lembaga yang akan meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan mencetak generasi unggul pendidik dan kependidikan,” ungkapnya.

Menanggapi kebijakan kampus merdeka dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, LPM IAIN Samarinda berupaya untuk mengembangkan Kurikulum Kampus Merdeka dan memfasilitasi mahasiswanya untuk dapat mengikuti pembelajaran di luar perguruan tinggi selama 1 semester yang sifatnya lintas program studi.

“Harapannya dengan kurikulum ini, kita bisa memfasilitasi mereka untuk menambah kompetensi kemampuan mahasiswa kita,” tutur Dr. Nur Kholik, Ketua LPM IAIN Samarinda.

Di ruang yang sama, LPM dengan FTIK IAIN Samarinda turut membahas Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang akan dilaksanakan selama 1 semester.

“Masalah terkait PKL ini biasanya dilaksanakan 1 sampai dengan 2 bulan, sekarang PKL akan dilaksanakan selama 1 semester yang berarti jangka waktunya lebih lama dan agar mereka mengasah kemampuan mereka di lapangan,” ujarnya.

“Harapannya dari pihak fakultas, stakeholder bisa saling koordinasi, komunikasi, untuk memperkuat pemahaman dan kurikulum menuju implementasi belajar berbasis Kampus Merdeka. Target membangun komitmen dan pemahaman bersama kurikulum kampus merdeka yang dilaksanakan selama 1 semester,” imbuh Ketua LPM.

Dekan FTIK juga menerangkan 4 kebijakan yang menjadi tugas dan orientasi bersama dalam mewujudkan Kampus Merdeka.

“Kebijakan kampus merdeka, ini merupakan kegiatan yang luar biasa yang dicentuskan Menteri Pendidikan RI ada 4, yakni: Pertama akreditasi Prodi, Kedua hak belajar lintas Prodi, Ketiga pembentukan Prodi dipermudah, dan Keempat kemudahan menjadi BLU, kreatifitas Inovatif dan berkreasi dalam segala kegiatan,” tutup Dr. Eka.

Hadir pula stakeholder dari TK. Aba. 7, MTS Darul Muta’allimin, LPMP Provinsi. Kalimantan Timur, MA Al-Mujahidin, Kemenag Kota Samarinda, SD Islamic Center, MAN 2 Samarinda, MTS Al-Mujahidin 2, Disdik Samarinda Kota, MTS Labbaika, MAN 1 Samarinda, dan SMP Plus Melati. (Rh/Ns)

News Feed