by

Kepala BPIP RI Beri Penguatan Ideologi Pancasila Kepada Sivitas Akademika IAIN Samarinda

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) atau Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda sukses selenggarakan Kuliah Umum dengan tema “Pembinaan Ideologi Pancasila bagi Sivitas Akademika” dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPIP RI dengan IAIN Samarinda. Selasa malam, (29/6/2021).

Diketahui, BPIP merupakan lembaga negara yang bertanggung jawab kepada Presiden untuk membantu merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Kuliah umum yang diselenggarakan di Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 Jl. H. A. M. Rifaddin Harapan Baru Loajanan Ilir Samarinda tersebut dibuka langsung oleh Rektor IAIN Samarinda Prof. Dr. H. Mukhamad Ilyasin, M.Pd dalam sambutannya ia menilai program pembinaan ideologi cukup bermakna lantaran pentingnya Pembinaan Ideologi sejak dini yang melibatkan lintas agama dalam merawat dan menjaga ideologi masyarakat sebagai bangsa yang multikultural.

“Ada catatan penting bagi saya yang juga dipercaya sebagai narasumber pada PIP di Hotel Mercure, banyak Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat termasuk kami yang mengharapkan kegiatan BPIP semacam pembinaan ini dapat senantiasa dilaksanakan secara berkelanjutan dengan variasi dan metode untuk pembinaan ideologi Pancasila lebih lanjut,” tutur Rektor  saat menceritakan ketika dirinya didaulat sebagai narasumber Pembinaan Ideologi Pancasila (28/6) di Hotel Mercure kolaborasi Kepala BPIP RI.

Lebih lanjut, Guru besar IAIN Samarinda akrab disapa Prof. Ilyasin juga menegaskan bahwa, dalam membina ideologi Pancasila tidak bisa meninggalkan aspek sejarah sehingga diperlukan kecermatan dan inovasi.

“Perlu adanya kesabaran dan ketelatenan dengan cinta dan semangat yang tinggi dalam merawat dan melakukan pembinaan ideologi Pancasila. Apalagi dalam melakukan pembinaan ideologi Pancasila tersebut kita tidak bisa meninggalkan aspek sejarah, sehingga diperlukan kecermatan kita untuk mencari atau berinovasi dalam merawatnya,” tegasnya

“Menciptakan, mewujudkan, atau membangun sesuatu adalah perkerjaan yang berat, tapi yang jauh lebih berat adalah merawat dan membina apa yang sudah ada. Perlu dukungan dari seluruh rakyat bangsa termasuk Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, UINSI siap bergabung dan siap menyatakan bekerja sama dengan BPIP untuk melakukan pembinaan ideologi Pancasila di UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda,” lanjutnya.

Sementara itu, dalam kuliah umum Prof. Yudian menegaskan Pancasila merupakan landasan dasar dalam bernegara telah disepakati oleh umat beragama di Indonesia.

“Inilah mengapa masyarakat Indonesia khususnya muslim harus taat pada Pancasila dalam berbangsa dan bernegara,” tutupnya.#ns

News Feed