by

Wisuda Terakhir IAIN Samarinda, Ini Pesan Rektor

SAMARINDA, IAIN NEWS,- Wisuda Sarjana S1 XXXV di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda kembali digelar secara online lantaran pandemi Covid-19 yang masih mewabah Kota Tepian. Perhelatan sakral tersebut sekaligus dinilai menjadi momentum terakhir IAIN Samarinda dalam melaksanakan wisuda pasca beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda.

Meski hanya diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Pendidikan (FTIK) dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), prosesi wisuda tetap berjalan dengan khidmat.

Dari pantauan media ini, prosesi wisuda online tersebut terpusat di Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 Jl. H.A.M. Rifaddin Loa Janan Ilir, Kamis (15/7/2021).

Dalam sambutan Rektor IAIN Samarinda, Prof. Dr. M. Ilyasin, M.Pd. menegaskan kepada para alumni untuk menjadi sarjana yang kelak akan menjadi ujung tombak pembangunan bangsa Indonesia, membawa nama baik almamater kepada masyarakat.

Prof. Ilyasin juga menyampaikan bahwa setiap individu memiliki nasib yang berbeda, ada yang penuh kemudahan dan ada yang penuh kekurangan, namun setiap individu harus mampu untuk membuka jalannya masing-masing.

“Kita semua lahir tanpa tahu bagaimana diri kita ketika lahir, ada yang menjadi anak pertama, tengah, atau ragil/bungsu. Nasib anak bungsu ini yang paling terakhir itu terkadang ada keberuntungan karena ia lahir ketika semua proses pahit telah dilalui. Namun, kembali lagi bahwa kita tidak tahu bagaimana diri kita ketika lahir,” ujarnya

“Jika orang tua saudara adalah orang yang punya, berkecukupan, stabil dan bernasib baik maka itu jugalah yang akan anda rasakan, atau bahasa sekarang “privilege”. Terlahir beruntung dan mudah melakukan apa saja kemana saja dengan modal privilege tadi. Tentu hal tersebut berbeda dengan mereka yang terlahir dengan penuh keterbatasan, mereka butuh usaha berpuluh-puluh kali lipat agar bisa menjadi anda karena mereka tidak membawa privilege tadi dan harus membuat privilege untuk diri mereka sendiri,” lanjutnya.

Dengan demikian, Rektor menilai bahwa 38 peserta wisuda tersebut memiliki privilege, artinya adalah ada keistimewaan tersendiri, bisa saja menjadi alumni yang selalu diingat lantaran sejarahnya menjadi angkatan terakhir bagi IAIN Samarinda.

“Dan hari ini, saudara-saudara sesungguhnya mendapatkan privilege luar biasa karena menjadi sejarah IAIN Samarinda, wisuda terakhir dari almamater hijau kita. Pastinya, anda tidak pernah membayangkan bahwa hari ini anda justru terlahir sebagai sarjana terakhir dari IAIN Samarinda bukan? Momen ini mengajarkan kita bahwa manusia siapapun itu tidak punya kontrol akan apa yang akan terjadi hari esok namun bisa mengusahakan apa yang ada hari ini dengan mempelajari apa yang telah terjadi sebelumnya,” tegasnya.

Prosesi wisuda juga diikuti dengan penyerahan piagam penghargaan secara virtual kepada Hasna Said, S.Pd (FTIK) dengan IPK 3.88 sebagai wisudawan terbaik pertama dan Ani Nurbadila, S.Ag.(FUAD) IPK 3.81 sebagai wisudawan terbaik kedua.

Dalam sambutannya, Hasna optimis apa yang didapat selama meniti pendidikan di IAIN Samarinda bersama rekan-rekannya kelak menjadi modal besar untuk menghadapi tantangan zaman masa yang akan datang.

“Kita bukanlah seorang penonton masa depan tetapi kita adalah pemain dari masa depan itu sendiri, kerja keras dan tanggung jawab sesuai dengan keilmuan dan profesi masing-masing untuk hadir menjawab seluruh persoalan kehidupan di masyarakat dan menjadi role model perubahan kearah yang lebih baik,” pungkasnya.#humas/rh/id

News Feed