by

Terngiang-ngiang Keindahan Miang, KKN-B IAIN Samarinda Abdikan Diri di Sangkulirang

KUTAI TIMUR, IAIN NEWS,- Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Samarinda laksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Blended (KKN-B) dari tanggal 26 Juli s.d. 31 Agustus 2021 di Desa Pulau Miang, Kec. Sangkulirang, Kab. Kutai Timur.

Diketahui sebanyak 7 mahasiswa yang mendapatkan penempatan KKN Reguler di Desa Pulau Miang, 1. Naomi Ainun Hasanah (PAI), 2. Dewi Maria (PAI), 3. Meilita Aullia Putri (KPI), 4. Fithri Rachmasari (PBA), 5. Abdul Majid (MPI), 6. M. Sayyidul Mubarook (IAT), dan 7. Murniati (BKI).

Dengan bimbingan dari bapak Randi Muhammad Gumilang, M.SI., 7 mahasiswa ini antusias lakukan program kerja dengan tema “Pendidikan dan Moderasi Beragama”.

Tim Humas IAIN Samarinda berkoordinasi dengan Humas KKN-B Desa Pulau Miang yang akrab dipanggil Naomi. Mahasiswi berpestasi yang pernah menjadi Peserta International Youth Leadership Summit pada Maret 2021 lalu itu antusias jelaskan 6 proker dari promosi Desa dan Wisata Pulau Miang dari kegiatan keagamaan hingga sosialisasi permusyawaratan.

“Ada 6 proker kami. Pertama, membuat Video Profil Desa dan Video Promosi Wisata Bahari Pulau Miang. Kedua, Mengawal Pembuatan dan Pengesahan Peraturan Desa Terkait Wisata Bahari pada 29 Juli 2021 lalu. Ketiga, membantu Panitia Badan Permusyawaratan Desa dalam sosialisasi kepada para kandidat dan masyarakat terkait pemilihan BPD Baru Periode 2021-2027, pada tanggal 9 s.d. 19 Agustus.”

“Keempat, membantu TNI Angkatan Laut (Lanut Sangatta) dalam melakukan serbuan vaksinasi kepada masyarakat maritim. Kelima, yang berlangsung dari tanggal 3 s.d. 25 Agustus, kami bekerja sama dengan pemuda pemudi Desa Pulau Miang dalam perayaan 17 Agustus dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Terakhir, kami mengadakan kegiatan rutinan mengajar ngaji, habsyi, bahasa Arab, dan pojok literasi untuk anak-anak Desa Pulau Miang,” jelas mahasiswa PAI KKI itu.

Abdul Majid yang bertindak sebagai Ketua KKN Desa Pulau Miang juga menuturkan bahwa disana banyak makam Habaib yang telah membuka dan mengajarkan keagamaan kepada masyarakat Desa Pulau Miang.

“Kebetulan disini banyak makam Habaib, yang membuka juga Habaib, jadi masyarakatnya 99.9% beragama Islam dan keagamaannya juga cenderung kuat. Mereka sadar agama baik orang tua maupun anak-anaknya. Ramah, suka memberi, suka menolong satu sama lain. Kekeluargaannya juga sangat kuat” ungkapnya.

Mahasiswa yang gemar menulis dan pernah meraih Juara 3 pada Lomba Menulis Opini Tingkat Nasional tahun 2020 lalu itu juga menceritakan kepada Tim Media bahwa anak-anak Desa Pulau Miang sangat mandiri karena mereka harus merantau untuk bersekolah SMP dan SMA.

“Disini hanya ada SD, jadi setelah itu mereka akan merantau untuk sekolah SMP dan SMA,” tuturnya.

KKN-B Desa Pulau Miang mendapati beberapa kesulitan selama melaksanakan kewajiban pengabdiannya. Naomi menuturkan sulitnya jaringan dan jauhnya menemukan penjual sembako.

Keadaan yang terbatas, tidak lantas menyurutkan semangat mereka dalam mengabdi. Ia juga mengatakan dengan antusias bahwa anak-anak Desa Pulau Miang tidak terkontaminasi gawai.

“Anak-anak disana selain mandiri, juga tidak main HP seperti di kota. Sangat berbeda sekali. Masih rajin banget ke masjid. TK TPA juga aktif,” imbuuhnya.

Panorama sekitar Desa Pulau Miang juga diceritakan sangat indah, dengan air yang jernih dan udara yang sejuk.

“Pesona alam disana luar biasa, kami sangat bersyukur dapat kesempatan KKN di Desa Pulau Miang ini. Airnya sangat bersih, sejuk sekali. Kami sangat menikmati suasananya, karena selain panorama, masyarakatnya juga sangat ramah. Banyak sekali nilai hidup yang kami dapat selama KKN di desa Pulau Miang ini,” pungkasnya.

Mewakili kelompok KKN-B Desa Pulau Miang, Naomi berharap agar tahun depan akan ada mahasiswa KKN yang ditempatkan kembali disana untuk mengembangkan desa dengan wisata baharinya.

“Pesan sekaligus harapan kedepannya, kampus kita tercinta agar sebaiknya Desa Pulau Miang dapat dijadikan salah satu tempat untuk program Desa Binaan. Kepada adik-adik dibawah kami yang nantinya akan ditempatkan disini, kami berharap ketika berada disini, berkontribusi penuhlah ketika disini. Maksimalkan apa yang harus dimaksimalkan, terlebih di pulau ini yang perlu ditingkatkan dan diperhatikan adalah terkait Wisata Bahari, pendidikan, juga keagamaan yang ada di Desa Pulau Miang,” tutupnya. (humas/rh).

News Feed