by

KKN Mahasiswa Penting (Peduli Stunting) untuk Indonesia Emas 2045, Dr. Edi: Siapa Takut?

SAMARINDA, UINSI NEWS,- Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda gelar seminar dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kampung KB melalui KKN Kolaborasi” secara daring melalui Zoom Meeting dan streaming YouTube pada channel LP2M IAIN Samarinda. Kamis (5/8/2021).

Acara ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari kerja sama antara LPPM UIN Samarinda khususnya dalam bidang Pengabdian Masyarakat dengan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur. Dibuka oleh Mustamin Fatah, M.Ag. sebagai Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat sekaligus Master of Ceremony pada seminar pencegahan stunting.

Ketua LPPM UIN Samarinda, Dr. Alfitri sampaikan bahwa KKN adalah wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menggandeng BKKBN.

“Tugas Perguruan Tinggi adalah pengabdian yang dalam hal ini bekerjasama dengan BKKBN terkait dengan stunting. Selain KKN, LPPM juga memiliki jurnal ilmiah yang terakreditasi nasional yang diharapkan kedepan mulai lebih banyak terlibat tentang stunting sesuai dengan kapasitas keilmuan sosial humaniora dan keagamaan,” ujarnya.

Ketua LPPM yang akrab disapa Pak Al itu juga menegaskan kepada mahasiswa KKN untuk dapat turut serta mewujudkan 100 tahun Indonesia Maju Indonesia Emas.

“Target 2045 menuju generasi emas, mahasiswa bisa turut berperan serta dalam menurunkan stunting atau yang berkaitan dengan gizi buruk di Indonesia,” ungkapnya di ruang Zoom Meeting tersebut.

Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Dr. Abzar sampaikan kekhawatirannya terhadap stunting yang menjadi masalah serius di masyarakat.

“Fenomena stunting merupakan hal yang serius, karena masyarakat masih banyak yang belum memahami tentang perilaku hidup sehat yang mempengaruhi tumbuh kembang anak,” ungkapnya.

“Terima kasih kepada BKKBN yang melibatkan Perguruan Tinggi Islam Negeri satu-satunya se-Kaltimtara dalam pencegahan stunting, dan mahasiswa dalam hal ini berperan sangat penting dalam pelaksanaan program kerja pencegahan stunting. Jadi mahasiswa perlu memahami dulu apa itu stunting untuk kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana hidup sehat dan stunting itu sendiri,” tutur WR III itu.

Bertindak sebagai moderator, Lilik Nurkholidah Hasyim, S.E., M.Ap. yang merupakan Support Team KKN Stunting BKKBN Kalimantan Timur. Dilanjutkan dengan penjelasan dan pengarahan teknis dari Dr. Edi Setiawan, M.SE., M.Sc. sebagai Direktur Kerjasama Pendidikan Kependudukan.

“Terima kasih kepada UINSI dan patut berbangga juga karena ini merupakan KKN Tematik Stunting yang ke-2 di Indonesia,” pungkasnya.

“Mahasiswa Penting (Mahasiswa Peduli Stunting) adalah program inovasi kemahasiswaan untuk mendukung percepatan penurunan stunting melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Anak yang terindikasi stunting bisa dilihat dari tinggi badan rata-rata anak seusianya,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Edi jelaskan indikasi dan dampak yang terjadi akibat stunting.

“Intervensi paling menentukan pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan). Ada 4 hal, pertama praktik pengasuhan tidak baik, kedua kurang akses makanan bergizi, ketiga kurangnya akses air bersih dan sanitasi, dan keempat terbatasnya layanan kesehatan,” jelasnya.

“Stunting ini berbahaya karena memiliki dampak pada menurunnya sumber data manusia, produktivitas, dan daya saing. Jika perkembangan kecerdasan dan metabolisme terganggu, maka dalam jangka panjang akan mempengaruhi perkembangan bangsa karena mereka yang akan menjadi generasi selanjutnya,” ujarnya.

Dari hasil pantauan media, mahasiswa sangat berantusias dengan banyak mengajukan pertanyaan terkait pelaksanaan teknis KKN Stunting. Sebagai penutup, Dr. Edi ingatkan identitas mahasiswa yang akan menjadi agent of change di masyarakat.

“Sebagai mahasiswa, teman-teman adalah orang pilihan yang menjadi agen perubahan karena suara teman-teman akan didengar masyarakat. Sekecil apapun itu lakukan. Pastikan kehadiran teman-teman dikenang baik oleh masyarakat dan berperan berguna bagi mereka. Mahasiswa Penting, Siapa Takut?!” tutupnya. (humas/rh).

News Feed